“Sekarang aku
benar-benar bingung,setiap kali aku mendengar ponsel itu berdering seakan rasa
takut selalu menghantui ku,bagaimana tidak???setiap ponsel itu berdering pasti akan
ada sebuah kabar kematian dari orang disekitar ku sebenarnya ini ponsel siapa
iya?”
Terdengar
suara misterius dari ponsel itu.“kring……. 30 menit menjelang penjemputan” dan
aku sungguh-sungguh sangat terkejut karena setelah 30menit pesan itu berbunyi
aku mendengar berita duka cita yang di umumkan di masjid dekat rumah.Aku pikir
itu Cuma kebetulan saja tapi,kejadian itu ku alami bukan Cuma sekali atau dua kali tapi lebih
dari lima kali dan kejadiannya pun sama tepat beberapa menit setelah pesan itu
berbunyi maka akan ada seseorang yang meninggal dunia ,tapi ponsel itu tak
memberitau siapa orang yang ajalnya sudah dekat itu.
Aku
menemukan ponsel itu saat aku sedang mengikuti perkemahan penerimaan anggota
baru tepat 3 minggu yang lalu,saat itu aku bersama ke empat teman ku sedang
berjalan menyusuri hutan untuk menyelesaikan sebuah permainan.Rasa capek pun
datang maka kami memutuskan untuk beristirahat dulu di sebuah rumah tua yang
kosong dan tampaknya rumah itu dulunya bekas kebakar,jadi sebagian temboknya
ada yang berlubang dan berwarna hitam .Saat aku tengah duduk, aku tidak sengaja
melihat sebuah benda berwarna hitam mengkilat seperti baru ,aku memperjelas
pandangan ku,ternyata itu sebuah ponsel tapi aku tak menemukan nama sebuah
merek di sekitarnya.
“eh teman-teman aku nemu ponsel ni.ada yang
ponsel nya jatuh gak?”Tanya ku pada teman-teman yang sedang duduk “ya elah
Bel,kamu udah lupa apa?kitakan gak boleh bawa ponsel jadi,itu ponsel yang pasti
bukan milik kita”jawab salah seorang teman ku “kalau bukan milik kalian?terus
ponsel ini milik siapa dong?”selidik ku “coba liat sini” kata Sasa sambil
memegang ponselnya “kayaknya ponsel ini baru deh Bel?soalnya terlihat begitu
bersih dan tanpa goresan”
“iya,sih aku juga tadi
mikirnya kayak gitu tapi,sekarang yang menjadi pertanyaan nya adalah?siapa
pemilik ponsel misterius ini?kalau penduduk sini jelas nggak mungkin banget,soalnya
posisi kita ini sedang ada di tengah hutan dan jauh dari jangkauan manusia”
“aduh,Bel ni ponsel kok
nggak bisa di nyalain iya?”kata Sasa sambil mencoba mengutak-ngatik ponsel itu
dengan harapan ponsel itu bisa hidup . “Teman-teman kita balik ke tenda aja
yuk?udah semakin sore ni nanti kita terlambat,lagiankan kita juga harus
mempersiapkan pensi buat nanti malam.kalian ingetkan? Kita dapat nomer urut 1?”
ujar Ratna pinsa(pimpinan sangga/kelompok) kita. “iya Ratna,aku juga mau
cepat-cepat pulang,tapi bagaimana dengan ponsel ini?kita nggak mungkin
ninggalin ini disinikan?”Tanya ku pada Ratna “kalau soal ponsel,menurut aku sih
ponsel itu kamu bawa aja ke tenda siapa tau itu milik salah satu senior yang
jatuh saat lagi nempelin petunjuk-petunjuk”.Saran Ratna “wah,curang banget
kalau itu punya senior, kita aja gak boleh bawa
ponsel”.Mereka malah seenaknya aja”.
Lalu
kami pun pulang ke tenda,karena sesampai di tenda kami tak punya banyak waktu maka kami disibukkan dengan latihan
pensi.Setelah acara pensi itu selesai,dilanjutkan dengan acara api unggun
disana kami bernyanyi dan
bersenang-senang sampai-sampai aku lupa sama ponsel misterius yang aku temuin
di rumah kosong tadi dan esok nya kami mengemasi barang-barang,karena hari ini
kita akan pulang.
Pukul
09.30 aku sampai dirumah .Ku hempaskan tubuh ku di kasur kamar ku yang empuk
terasa rasa pegal yang kurasa kini semakin berkurang ,dan akhirnya tertidur
mungkin karena kecapekan habis kegiatan perkemahan itu.Jam 15.00 pun aku
terbangun dan mulai mengeluarkan barang –barang seisi tas ku yang belum sempat
aku buka sejak tadi pagi.Aku terkejut karena dalam tas itu ada ponsel misterius
itu.Ternyata aku lupa nyari siapa pemilik ponsel ini,mungkin karena aku ke
asyikan mengikuti acara api unggun.Akupun mencoba membuka ponsel itu siapa tau
didalamnya ada identitas pemilik ponsel ini . “silahkan masukkan kata
sandi”itulah suara yang keluar pada ponsel itu saat aku menekan salah satu
tombol nya.
Sementara
itu dilangit sedang ada percakapan antara death angel 288(DA288) dan dewa
kematian
“Bagaimana DA288 apakah
kamu sudah menemukan ponsel mu yang hilang?”
“belum dewa,kalau boleh
saya minta tolong kembalikan kekuatan saya agar bisa menemukan ponsel itu
dengan mudah”
“tidak bisa! Ini sudah
peraturannya,kamu harus bertanggung jawab atas ponsel kamu yang hilang”
“dewa bukankah kita
punya banyak ponsel,kenapa saya harus mencarinya?”
“DA288 ponsel itu jatuh
dibumi,dan sekarang sedang berada ditangan seorang manusia.kamu tau kan? ponsel itu berisi
rahasia langit yang tidak boleh diketahui manusia,jadi tidak ada alasan lagi
untuk kamu tidak mencarinya”
“baik dewa saya akan
mencarinya” .
“tapi dewa bumi itu
sangatlah luas dan saya rasa, saya tidak
mungkin akan menemukan ponsel itu dengan cepat”
“kamu tenang saja,
suara ku nanti yang akan menuntun mu ke pada penemu ponsel itu “
“kenapa dewa tidak
langsung memberikan alamatnya saja? Supaya ponsel itu cepat di temukan”
“kalau saya memberikan
alamatnya langsung ke kamu lantas dimana bentuk tanggung jawab kamu?”
“iya,dewa maaf”
“apa sekarang kamu
sudah siap?”
“iya dewa,”
Cling……… wush…….
Aku
menyerah.Ternyata ponsel ini emang sulit banget untuk dibuka mungkin ini ponsel
bukan sembarang ponsel, ada semacam nilai magisnya mungkin.ihh… serem,.Maka aku
putuskan untuk menceritakan kejadian janggal yang tengah aku alami ini kepada
Ratna besok pagi di sekolah. “Ratna…… tunggu”teriak ku pada Ratna yang cukup
keras sehingga mampu membuat orang-orang disekeliling ku mengalihkan
pandangannya pada ku “ada apa Bel? Tumben kamu pagi-pagi nyapa aku biasanya aku
di cuekin, pasti ada maunya deh,iya kan?”ujar Ratna “iya ni Rat aku mau cerita
sesuatu…”. “sesuatu apa?” tanyanya penasaran.Belum sempat aku menceritakan itu
pada Ratna tiba-tiba aja bel tanda masuk
sekolah berbunyi “yah….. kok bel sih,akukan belum sempat cerita sama kamu”kata
ku kesal.Sambil menengok jam tam tangannya Ratnapun berkata “Aneh baru jam
segini kok udah bel sih”. “kamu lupa iya? nantikan guru-guru ada rapat,makanya
belnya dipercepat supaya nggak mengurangi jam belajar kita nanti”. “oh,iya aku
lupa .ya udah deh nanti kalau istirahat aja iya ceritanya,soalnya jam pertama aku
ada ulangan kimia” “ok, sampai nanti iya”.Karena tadi aku gagal menceritakan
kejadian itu pada Ratna maka aku putuskan untuk menceritakannya pada Sasa teman
sekelas ku yang kebetulan waktu di perkemahan kita satu grup.sesampai dikelas
“Tara kamu lihat Sasa nggak?ini kan udah bel masa dia belum masuk?”Tanya ku
pada seksi absensi di kelas ku “loh,Bel kamu nggak tau Sasakan pergi keluar
kota, kerumah neneknya yang sedang sakit,dan tu lihat papan absennya
tertuliskan Sasa izin”jawabnya sambil menunjuk papan kecil di pojok kelas.
Yes
waktu yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga yap,… bel istirahat,akupun
lalu pergi menghampiri Ratna di kelasnya,tampak seisi kelas tersebut sedang
sibuk mengerjakan tugas,aku pikir Ratna mungkin juga sedang sibuk tapi aku
Tanya dulu sama Ratnanya ah,siapa tau
dia udah selesai ngerjain tugas “Ratna,ayo kita ke taman aku mau menceritakan
cerita tadi yang belum sempat aku ceritakan ke kamu”. “aduh,maaf iya,Bel aku
lagi sibuk banget nie ngerjain tugas dari Pak Samsul,aku harus cepat-cepat
selesaikan soalnya habis istirahat harus sudah dikumpulkan”. “ya udah nggak
apa-apa kok,ceritanya nanti sepulang sekolah aja iya?”. “ok”.
Sepertinya
ponsel ini tidak mau ada orang yang tau tentang kehebatan dan keberadaannya,buktinya
tadi waktu aku di sekolahan saat aku mau menceritakan tentang ponsel ini pada
teman ku selalu gagal,aku jadi tambah semakin takut.
Siang
itu sepulang sekolah tiba-tiba aja bulu kuduk ku berdiri aku merasa ketakutan
yang sangat luar biasa,bagi ku siang itu bukanlah seperti siang hari yang cerah
tetapi seperti malam hari yang dingin dengan suasana yang mencekam,padahal
banyak orang yang sedang berlalu- lalang di jalan,aku juga merasa ada yang
memperhatikan dan mengikuti ku maka aku putuskan untuk mempercepat jalan ku.
Hari
berikutnya kulalui dengan siang yang mencekam lagi,aku sangat takut dan sudah
tak tahan lagi,maka hari ini aku beranikan diri ku untuk menanyakan pada
sesosok pemuda misterius yang juga sering muncul saat sepulang sekolah,aku tak
peduli lagi dengan nasib buruk apa yang nanti akan ku alami setelah nya.
“tunggu kamu siapa?kenapa dari kemarin kamu memperhatikan ku?”Tanya ku pada
pemuda misterius. “Apa kamu Bela?”jawabnya yang seketika membuat ku bingung
“i….iya kok kamu tau nama aku,dari siapa?”akupun sempat kaget hingga ucapan
yang keluar dari mulut ku terbata-bata. “Bagus”ujarnya menyeringai penuh tanda Tanya besar. “maksud
kamu?sebenarnya kamu itu siapa?dan apakah kamu ada hubungan nya dengan ponsel
misterius yang aku temuin waktu di perkemahan?”.
“nah itu jawabannya,aku
adalah death angel pemilik ponsel itu”
“death angel”desis ku “iya
aku death angel,dan setiap manusia yang melihat aku maka ajalnya sudah
dekat”ujarnya yang seketika membuat aku bergidik “jadi sebentar lagi aku akan
meninggal?”Tanya ku cemas “tentu saja tidak,aku kesini bukan untuk menjemput mu
tapi mengambil ponsel itu jadi kamu tak
perlu takut”jawabnya membuat aku sedikit lega “jadi aku nggak bakalan
mati?”tanyaku sekali lagi meyakinkan diriku “iya,kamu nggal bakalan meninggal
sekarang tapi karena kamu telah mengetahui rahasia langit maka ingatan kamu
harus aku hapus dan mengembalikan kamu ke masa lampau,masa sebelum kau
menemukan ponsel ini”jawabnya yang seketika membuat aku terbelalak.
Setelah
aku berikan ponsel itu padanya tiba-tiba aja tubuh ku terasa lemas pandangan ku
semakin kabur hingga aku melihat di sekeliling ku berubah menjadi gelap dan
seterusnya hingga aku tak sadarkan diri,dan tak ingat apa -apa.
“Bel,bela…………. Bangun………………”suara keras yang
mampu menggetarkan gendang telinga ku itu membangunkan aku dalam tidur ku “Ayo
Bel turun bisnya udah berhenti tu” ajak Ratna “hah.,emang kita ada dimana
sih?”Tanya ku kebingungan “ya ampun Bela kita kan habis pulang kemah,masa nggak
inget sih,baru beberapa jam aja udah lupa,ya udah cepat bawa barang-barang mu
kita turun udah dijemput sama mama mu tu”
“oh,gitu iya ya udah
deh” akupun lalu pulang kerumah dengan sedikit kebingungan di hati ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar