Senin, 01 Juli 2013

Kring……… Telfon siapa ini?



“Sekarang aku benar-benar bingung,setiap kali aku mendengar ponsel itu berdering seakan rasa takut selalu menghantui ku,bagaimana tidak???setiap ponsel itu berdering pasti akan ada sebuah kabar kematian dari orang disekitar ku sebenarnya ini ponsel siapa iya?”
Terdengar suara misterius dari ponsel itu.“kring……. 30 menit menjelang penjemputan” dan aku sungguh-sungguh sangat terkejut karena setelah 30menit pesan itu berbunyi aku mendengar berita duka cita yang di umumkan di masjid dekat rumah.Aku pikir itu Cuma kebetulan saja tapi,kejadian itu ku alami  bukan Cuma sekali atau dua kali tapi lebih dari lima kali dan kejadiannya pun sama tepat beberapa menit setelah pesan itu berbunyi maka akan ada seseorang yang meninggal dunia ,tapi ponsel itu tak memberitau siapa orang yang ajalnya sudah dekat itu.
Aku menemukan ponsel itu saat aku sedang mengikuti perkemahan penerimaan anggota baru tepat 3 minggu yang lalu,saat itu aku bersama ke empat teman ku sedang berjalan menyusuri hutan untuk menyelesaikan sebuah permainan.Rasa capek pun datang maka kami memutuskan untuk beristirahat dulu di sebuah rumah tua yang kosong dan tampaknya rumah itu dulunya bekas kebakar,jadi sebagian temboknya ada yang berlubang dan berwarna hitam .Saat aku tengah duduk, aku tidak sengaja melihat sebuah benda berwarna hitam mengkilat seperti baru ,aku memperjelas pandangan ku,ternyata itu sebuah ponsel tapi aku tak menemukan nama sebuah merek di sekitarnya.
 “eh teman-teman aku nemu ponsel ni.ada yang ponsel nya jatuh gak?”Tanya ku pada teman-teman yang sedang duduk “ya elah Bel,kamu udah lupa apa?kitakan gak boleh bawa ponsel jadi,itu ponsel yang pasti bukan milik kita”jawab salah seorang teman ku “kalau bukan milik kalian?terus ponsel ini milik siapa dong?”selidik ku “coba liat sini” kata Sasa sambil memegang ponselnya “kayaknya ponsel ini baru deh Bel?soalnya terlihat begitu bersih dan tanpa goresan”
“iya,sih aku juga tadi mikirnya kayak gitu tapi,sekarang yang menjadi pertanyaan nya adalah?siapa pemilik ponsel misterius ini?kalau penduduk sini jelas nggak mungkin banget,soalnya posisi kita ini sedang ada di tengah hutan dan jauh dari jangkauan manusia”
“aduh,Bel ni ponsel kok nggak bisa di nyalain iya?”kata Sasa sambil mencoba mengutak-ngatik ponsel itu dengan harapan ponsel itu bisa hidup . “Teman-teman kita balik ke tenda aja yuk?udah semakin sore ni nanti kita terlambat,lagiankan kita juga harus mempersiapkan pensi buat nanti malam.kalian ingetkan? Kita dapat nomer urut 1?” ujar Ratna pinsa(pimpinan sangga/kelompok) kita. “iya Ratna,aku juga mau cepat-cepat pulang,tapi bagaimana dengan ponsel ini?kita nggak mungkin ninggalin ini disinikan?”Tanya ku pada Ratna “kalau soal ponsel,menurut aku sih ponsel itu kamu bawa aja ke tenda siapa tau itu milik salah satu senior yang jatuh saat lagi nempelin petunjuk-petunjuk”.Saran Ratna “wah,curang banget kalau itu punya senior, kita aja gak boleh bawa  ponsel”.Mereka malah seenaknya aja”.
Lalu kami pun pulang ke tenda,karena sesampai di tenda kami tak punya banyak  waktu maka kami disibukkan dengan latihan pensi.Setelah acara pensi itu selesai,dilanjutkan dengan acara api unggun disana kami bernyanyi  dan bersenang-senang sampai-sampai aku lupa sama ponsel misterius yang aku temuin di rumah kosong tadi dan esok nya kami mengemasi barang-barang,karena hari ini kita akan pulang.
Pukul 09.30 aku sampai dirumah .Ku hempaskan tubuh ku di kasur kamar ku yang empuk terasa rasa pegal yang kurasa kini semakin berkurang ,dan akhirnya tertidur mungkin karena kecapekan habis kegiatan perkemahan itu.Jam 15.00 pun aku terbangun dan mulai mengeluarkan barang –barang seisi tas ku yang belum sempat aku buka sejak tadi pagi.Aku terkejut karena dalam tas itu ada ponsel misterius itu.Ternyata aku lupa nyari siapa pemilik ponsel ini,mungkin karena aku ke asyikan mengikuti acara api unggun.Akupun mencoba membuka ponsel itu siapa tau didalamnya ada identitas pemilik ponsel ini . “silahkan masukkan kata sandi”itulah suara yang keluar pada ponsel itu saat aku menekan salah satu tombol nya.
Sementara itu dilangit sedang ada percakapan antara death angel 288(DA288) dan dewa kematian
“Bagaimana DA288 apakah kamu sudah menemukan ponsel mu yang hilang?”
“belum dewa,kalau boleh saya minta tolong kembalikan kekuatan saya agar bisa menemukan ponsel itu dengan mudah”
“tidak bisa! Ini sudah peraturannya,kamu harus bertanggung jawab atas ponsel kamu yang hilang”
“dewa bukankah kita punya banyak ponsel,kenapa saya harus mencarinya?”
“DA288 ponsel itu jatuh dibumi,dan sekarang sedang berada ditangan seorang  manusia.kamu tau kan? ponsel itu berisi rahasia langit yang tidak boleh diketahui manusia,jadi tidak ada alasan lagi untuk kamu tidak mencarinya”
“baik dewa saya akan mencarinya” .
“tapi dewa bumi itu sangatlah luas dan saya rasa, saya  tidak mungkin akan menemukan ponsel itu dengan cepat”
“kamu tenang saja, suara ku nanti yang akan menuntun mu ke pada penemu ponsel itu “
“kenapa dewa tidak langsung memberikan alamatnya saja? Supaya ponsel itu cepat di temukan”
“kalau saya memberikan alamatnya langsung ke kamu lantas dimana bentuk tanggung jawab kamu?”
“iya,dewa maaf”
“apa sekarang kamu sudah siap?”
“iya dewa,”
Cling……… wush…….
            Aku menyerah.Ternyata ponsel ini emang sulit banget untuk dibuka mungkin ini ponsel bukan sembarang ponsel, ada semacam nilai magisnya mungkin.ihh… serem,.Maka aku putuskan untuk menceritakan kejadian janggal yang tengah aku alami ini kepada Ratna besok pagi di sekolah. “Ratna…… tunggu”teriak ku pada Ratna yang cukup keras sehingga mampu membuat orang-orang disekeliling ku mengalihkan pandangannya pada ku “ada apa Bel? Tumben kamu pagi-pagi nyapa aku biasanya aku di cuekin, pasti ada maunya deh,iya kan?”ujar Ratna “iya ni Rat aku mau cerita sesuatu…”. “sesuatu apa?” tanyanya penasaran.Belum sempat aku menceritakan itu pada Ratna tiba-tiba aja bel tanda  masuk sekolah berbunyi “yah….. kok bel sih,akukan belum sempat cerita sama kamu”kata ku kesal.Sambil menengok jam tam tangannya Ratnapun berkata “Aneh baru jam segini kok udah bel sih”. “kamu lupa iya? nantikan guru-guru ada rapat,makanya belnya dipercepat supaya nggak mengurangi jam belajar kita nanti”. “oh,iya aku lupa .ya udah deh nanti kalau istirahat aja iya ceritanya,soalnya jam pertama aku ada ulangan kimia” “ok, sampai nanti iya”.Karena tadi aku gagal menceritakan kejadian itu pada Ratna maka aku putuskan untuk menceritakannya pada Sasa teman sekelas ku yang kebetulan waktu di perkemahan kita satu grup.sesampai dikelas “Tara kamu lihat Sasa nggak?ini kan udah bel masa dia belum masuk?”Tanya ku pada seksi absensi di kelas ku “loh,Bel kamu nggak tau Sasakan pergi keluar kota, kerumah neneknya yang sedang sakit,dan tu lihat papan absennya tertuliskan Sasa izin”jawabnya sambil menunjuk papan kecil di pojok kelas.
Yes waktu yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga yap,… bel istirahat,akupun lalu pergi menghampiri Ratna di kelasnya,tampak seisi kelas tersebut sedang sibuk mengerjakan tugas,aku pikir Ratna mungkin juga sedang sibuk tapi aku Tanya dulu sama Ratnanya  ah,siapa tau dia udah selesai ngerjain tugas “Ratna,ayo kita ke taman aku mau menceritakan cerita tadi yang belum sempat aku ceritakan ke kamu”. “aduh,maaf iya,Bel aku lagi sibuk banget nie ngerjain tugas dari Pak Samsul,aku harus cepat-cepat selesaikan soalnya habis istirahat harus sudah dikumpulkan”. “ya udah nggak apa-apa kok,ceritanya nanti sepulang sekolah aja iya?”. “ok”.
Sepertinya ponsel ini tidak mau ada orang yang tau   tentang kehebatan dan keberadaannya,buktinya tadi waktu aku di sekolahan saat aku mau menceritakan tentang ponsel ini pada teman ku selalu gagal,aku jadi tambah semakin takut.
Siang itu sepulang sekolah tiba-tiba aja bulu kuduk ku berdiri aku merasa ketakutan yang sangat luar biasa,bagi ku siang itu bukanlah seperti siang hari yang cerah tetapi seperti malam hari yang dingin dengan suasana yang mencekam,padahal banyak orang yang sedang berlalu- lalang di jalan,aku juga merasa ada yang memperhatikan dan mengikuti ku maka aku putuskan untuk mempercepat jalan ku.
Hari berikutnya kulalui dengan siang yang mencekam lagi,aku sangat takut dan sudah tak tahan lagi,maka hari ini aku beranikan diri ku untuk menanyakan pada sesosok pemuda misterius yang juga sering muncul saat sepulang sekolah,aku tak peduli lagi dengan nasib buruk apa yang nanti akan ku alami setelah nya. “tunggu kamu siapa?kenapa dari kemarin kamu memperhatikan ku?”Tanya ku pada pemuda misterius. “Apa kamu Bela?”jawabnya yang seketika membuat ku bingung “i….iya kok kamu tau nama aku,dari siapa?”akupun sempat kaget hingga ucapan yang keluar dari mulut ku terbata-bata. “Bagus”ujarnya  menyeringai penuh tanda Tanya besar. “maksud kamu?sebenarnya kamu itu siapa?dan apakah kamu ada hubungan nya dengan ponsel misterius yang aku temuin waktu di perkemahan?”.
“nah itu jawabannya,aku adalah death angel pemilik ponsel itu”
“death angel”desis ku “iya aku death angel,dan setiap manusia yang melihat aku maka ajalnya sudah dekat”ujarnya yang seketika membuat aku bergidik “jadi sebentar lagi aku akan meninggal?”Tanya ku cemas “tentu saja tidak,aku kesini bukan untuk menjemput mu tapi mengambil ponsel itu jadi kamu  tak perlu takut”jawabnya membuat aku sedikit lega “jadi aku nggak bakalan mati?”tanyaku sekali lagi meyakinkan diriku “iya,kamu nggal bakalan meninggal sekarang tapi karena kamu telah mengetahui rahasia langit maka ingatan kamu harus aku hapus dan mengembalikan kamu ke masa lampau,masa sebelum kau menemukan ponsel ini”jawabnya yang seketika membuat aku terbelalak.
Setelah aku berikan ponsel itu padanya tiba-tiba aja tubuh ku terasa lemas pandangan ku semakin kabur hingga aku melihat di sekeliling ku berubah menjadi gelap dan seterusnya hingga aku tak sadarkan diri,dan tak ingat apa -apa.
 “Bel,bela…………. Bangun………………”suara keras yang mampu menggetarkan gendang telinga ku itu membangunkan aku dalam tidur ku “Ayo Bel turun bisnya udah berhenti tu” ajak Ratna “hah.,emang kita ada dimana sih?”Tanya ku kebingungan “ya ampun Bela kita kan habis pulang kemah,masa nggak inget sih,baru beberapa jam aja udah lupa,ya udah cepat bawa barang-barang mu kita turun udah dijemput sama mama mu tu”
“oh,gitu iya ya udah deh” akupun lalu pulang kerumah dengan sedikit kebingungan di hati ku.